Senin, 16 Februari 2015

Modifikasi Media Tanam

Modifikasi media tanam-tanaman sayuran

Menggunakan media tanam & tempat tanam yang berbeda, sayuran biasa ditamam pada tanah dengan area yang cukup luas. Batas lahan menjadi kendala budidaya. Dengan perkembangan teknologi , manusia melakukan berbagai upaya agar tetap dapat melakukan budidaya. Upaya yang dilakukan berupa modifikasi wadah tanam & media tanam. Modifikasi media tanam dilakukan dengan mengubH sebagian / seluruhnya, memasukan dan mencampur media tanam dengN komposisi tertentu. Memodifikasi jenis media tanam salah satunya adalah tekhnik hidroppnik & modifikasi wadah tanam salah satunya adalah Vertikultur.
 
Media tanam merupakan komponen yang penting dalam budidaya tanaman. Pertumbuhan tanaman sangat pengaruh oleh media tanaman. Media tanam mempunyai peranan oksigen, air, dan hara. Media  tanam yang biasa digunakan adalah tanah. Media tanam yang harus disesuaikan dengan jenis tanaman yNg ditanam.

Perlu diketahui karakteristik stiap jenis media tanam,berdasarkan jenis bahan penyusun,media tanam dibedakan menjadi bahan lrganik & anorganik  

Media tanamorganik berasal dari komponen mahkluk hidup,seperti bagian dari tanaman (daun,batang,bunga,buah, dan kulitnkayu) penggunaan bahan organik mempunyai kek
Lebihan karena mampu menyediakan unsur hara untk tanaman,menghasilakn sirkulasi udara yang baik&mempunyai daya serap air yang tinggi. Bahan organik yang dapat dijadikan media tanam antara lain arang,cacahan pakis,kompos,moss,sabut kelapa,sekam padi & humus

Bahan anorganik berasl dai pelapukan batuan. Berasal dari bahan-bahan sintetis/kimia yang dibuat pabrik. Anorganik sering dijadikan media tanam yaitu hidrogel,pasir,kerikil,pecahan batu bara,spons,tanah liat,zeolit,vermikulit ,dan perlit.

  1. modifikasi media tanam
    Hidroponik adalah salah satu teknologi budidaya tanam tanpa tanah dengan pemberian hara tanaman yang terkendali. Media tanam yang dapat digunakan untuk hidrponik antara lain ; sabut kelapa, ijuk, kerikil, arang, zeolit & air.
 Berikut bahan, alat dan teknik hidroponik secara sederhana.

*bahan dan alat
A.benh tanama sayuran
B.nutrisi hidroponik
C.media tanam yang disterilkan dengan air mendidih
D.tempat persemainan
E.wadah media
F.wadah larutan nutrisi

                                               Teknik budidaya hidroponik
1.pembibitan
2.persiapan larutan nutrisi
    Meerupakan sumber utama pasokan nutrisi tanaman
3.penanaman
   Pindahkan tanaman dr persemaian ke wadah tanam yang sudah diisi media steril
4.perawatan
   Pada awal penanaman, simpan tanaman di daerah yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Setelah berumur 1-2 minggu tanaman dapat dipindahkan didaerah dengan sinar matahari
5.panen
   Pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu produksi berikutnya


2.   Modifikasi wadah tanam

     Wadah tanam merupakan tempat yang terbatas untuk menampung media & nutrisi bagi tanaman. Banyak jenis wdah yang dapat digunakan sebagai wadah tanam. Qwadah tanam yangideal adalah wadah yang kuat dan tahan lama. Dapat membereskan air yang berlebih,rinagn,dan menarik. 
Yang harus diperhatikan dalam menanam adalah nutrisiz dan pengondisian agar dapat tumbuh baik.
      Vertikultur merupakan teknik budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal/bertingkat,baik pada areal indoor maupun outdoor. Sistem budidaya secara vertikal cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas.

Tanaman yang dibudidayakan secara veltikultur antara lain ; selada, kangkung, pakcoy dan kasim

Model & jenis wasah veltikultur sangat bervariasi, umumnya dibentuk mirip anak tangga dengan beberapa undakan / sejumlah rak. Bahan berupa bambu / pralon, bahkan kaleng bekas. Inilah keinggulan veltikultur.

Teknik budidaya veltikultur hampir sama dengan budidaya biasa. Tahapannya pembuatan wadah veltikultur, pengadaan media, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan & pemanenan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar